Langsung ke konten utama

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada

Assalamu’alaikum sobat,
Kali ini saya memposting sebuah ilmu yang saya dapat dari buku karangan DR. ‘Aidh al-Qarni yang berjudul LaTahzan. Semoga bermanfaat.

 
cr : google.com

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain,
Melapangkan Dada

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan
kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat
merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya.
Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak,
dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang,
tenteram dan damai.
Ketika diri Anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah
terhadap sesama manusia, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman
dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang
yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang
yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang
terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua
sisi kehidupan Anda!
Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih. Menebar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak"
merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang
berbunyi,
 "... meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri."
(Al-Hadits)
Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit
terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Gaib.
Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang
kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha
Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi
Maha Terpuji.
Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya; rasa, warna, dan juga hakekatnya.
{Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus
dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan
Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.}
(QS. Al-Lail: 19-21)
(cr : La Tahzan-DR. ‘Aidh al-Qarni)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Wisata di Kediri

Tempat Wisata di Kediri Assalamu’alaikum sobat, Berikut ini adalah 5 tempat wisata di Kediri yang patut Anda kunjungi. Sebagian di antaranya terletak di kabupaten Kediri, dan lainnya berada di dalam kota Kediri. 1. Wisata Gunung Kelud Gunung Kelud adalah tempat wisata di Kediri yang telah dikenal banyak orang. Daya tarik utama wisata Gunung Kelud adalah kubah lava. Para pecinta gunung akan suka datang ke tempat ini. Tersedia jalur setapak bagi Anda yang ingin melakukan pendakian ke puncak Gunung Kelud.

Cerpen-Suara dalam Kotak

Assalamu’alaikum sobat, Cerpen berikut menceritakan tentang sekelompok pejuang 45 yang tak terlihat tapi sangat berjasa. cerpen ini adalah buah pemikiran dari 5 orang yang tergabung dalam satu kelompok guna memenuhi tugas Bahasa Indonesia. satu hal yang sangat saya tekankan di sini, Cerita ini Hanya Fiktif Belaka. Selamat membaca... TAKE OUT WITH FULL CREDIT RCL yaaa... ### cr : google SUARA DALAM KOTAK Suara penyiar radio mengalun pelan menyibak keheningan di ruang tengah, seorang lelaki berpostur tegap duduk santai memandang ke arah jendela. “ Bapak melamunkan apa?” Suara lembut istrinya membuyarkan lamunan lelaki itu. Ia hanya menoleh tanpa menjawab. “Karti tutup ya pintunya, dingin.”   “Jangan, sebentar lagi akan ada yang datang.”

Masalah itu...sweet and spicy

Masalah itu...sweet and spicy cr : google.com Assalamu’alaikum sobat, Pernah makan makanan ini? Rasanya gimana? Pedas? Atau manis? Makanan ini bisa juga diibaratkan sebagai masalah. Loh kok bisa? Karena makanan ini memiliki rasa yang pedas dan juga manis, seperti halnya masalah. Manis? Ya, pedas masalahnya, manis hikmahnya.